Perkasa News
NEWS TICKER

Pembangunan Dam parit di Desa Katulisan mangkrak.

Saturday, 9 October 2021 | 6:17 am
Reporter: Wahyu
Posted by: Perkasa News
Dibaca: 109

PERKASANEWS.ONLINE, SERANG —Kegiatan pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian tepat guna dalam bentuk pembangunan Dam parit Desa Katulisan yang berlokasi di Desa Bantar Panjang,Kecamatan Cikeusal dengan jumlah anggaran Rp 120.000.000.00, dan diketahui sumber anggaran dari APBN kementerian pertanian tahun anggaran 2021 di kerjakan dengan swakelola mengundang tanda tanya masyarakat, karena pasalnya bangunan tersebut terpantau mangkrak. Sabtu (09/10/2021).

Pasni ( ketua Poktan ) ketika di konfirmasi mengatakan bahwa, kegiatan sementara di stop dulu. Karena kata dia, anggarannya belum turun.

“Kalau saja saya punya dana talang pasti sudah saya kerjakan sementara ini masih menunggu dana dari dinas turun,”ujarnya.

Sementara itu, di tempat berbeda Ervin ( Kades Katulisan ) ketika di konfirmasi di ruang kerjanya mengungkapkan, bahwa ia juga aneh terkait proyek tersebut lokasinya di Katulisan di wilayahnya akan tetapi proyek tersebut terpangpang di pagu berlokasi di Desa yang lain.

“Saya tidak mengetahui keberadaan proyek tersebut dan tidak ada koordinasi sama sekali ke saya selaku kepala desa Katulisan,”tegasnya.

Ervin pun menambahkan, bahwa sebenarnya lokasi tersebut sudah di prioritaskan dan pihkanya juga ikut mengajukan tapi kenapa desa dan kelompok tani Desa Penyebrangan yang membangun proyek tersebut.

“Ada apa Dengan UPT dan Korluh pertanian seperti ada pengalihan lokasi dan tidak ada koordinasi dengan saya,”ungkapnya heran.

Sebelum berita ini dimuat tim awak media mencoba mengkonfirmasi Eka Novianti dalam hal ini selaku Korluh UPT pertanian Kecamatan Cikeusal melalui via WhatsApp. Namun, hingga kini tidak merespon dan diam seribu bahasa.

Sudah semestinya proyek pembangunan yang di kerjakan dengan swakelola seharusnya bisa mengangkat kualitas dan membantu memulihkan perekonomian dan tarap hidup masyarakat bawah tapi tidak dengan hal ini yang mana Proyek dikerjakan oleh masyarakat mangkrak dan upah pekerja pun sudah dua Minggu tidak di bayarkan.

Editor : Enggar,B.

Berita Lainnya

Perkasa News Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer.