Perkasa News
NEWS TICKER

Oknum Guru ASN SDN 1 Pasirtanjung Diduga Potong Uang (PIP) Siswa.

Thursday, 10 June 2021 | 5:09 am
Reporter: Enggar Perkasa Group
Posted by: Perkasa News
Dibaca: 120

PERKASANEWS.ONLINE, LEBAK —Sejumlah orang tua siswa di SDN 1 Pasirtanjung pertanyakan uang Program Indonesia Pintar (PIP) yang tidak diterimanya dengan utuh. Pihaknya menduga, uang PIP tersebut dipotong oleh oknum guru di SDN tersebut.

Menurut pengakuan beberapa orang tua murid berinisial KM dan LN mengaku heran dengan uang PIP tersebut, karena pertahun biasa menerima Rp 450 ribu ini hanya Rp 250 ribu.

“Kami heran, kenapa uang PIP yang kami terima gak utuh. Biasanya pertahun 450 ribu ini hanya 250 ribu,”kata KM salah satu di antara orang tua murid pada awak media. Selasa, (8/6/2021).

Ia menjelaskan, seharusnya tiap siswa dari kelas 2 sampai kelas 3 itu mendapatkan uang PIP pertahun biasanya Rp 450 ribu, kecuali kelas 1 dan kelas 6 itu hanya Rp 225 ribu.

“Untuk kelas 2 dan kelas 5 ini hanya mendapatkan 225 ribu, ini semuanya dipukul rata,”ungkapnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Pasirtanjung Didi Supardi, ketika ditemui di sekolah mengklaim bahwa sampai hari Kamis 03 Juni 2021 pihaknya masih menunggu informasi dari seorang guru berinisial SO salah seorang guru yang mencairkan dana PIP tersebut.

“Pak SO yang mencairkan uang PIP dan yang mengurus ke bank BRI gak masuk karena alasannya sakit. Data yang di buat pak SO yang harus dibagikan itu sebanyak 135 siswa. Dan saya dari pihak sekolah masih menunggu dan saya masih berupaya membereskan secara kekeluargaan dulu,”kata Supardi.

Ditempat yang sama, saat dikonfirmasi wartawan, salah seorang guru berinisial ST yang diperintah oleh Kepala sekolah untuk mempertanyakan dan mengambil uang PIP ke SO, manyampaikan bahwa pihaknya sudah dua kali kerumah SO.

“Ketika pertama saya kerumah SO itu tidak ada. Namun pas hari kedua, istri SO yang antarkan uang PIP itu ke saya, diperkirakan sekitar jam 6 pagi sebesar 33 juta 500 ribu,”katanya.

Kata ST, setelah dirinya menerima uang PIP dari istri SO, dirinya langsung telephon kepala sekolah bahwa uang PIP sudah diterimanya, kemudian kepala sekolah menyuruh ST untuk membawa uang PIP tersebut ke sekolah untuk segera membagikannya kepada siswa dan siswi.

“Kepala sekolah suruh uang itu langsung di bawa ke sekolah dan di bagikan ke siswa siswi. Karena saya merasa ada yang janggal dengan nominal uang yang di bagikan itu hanya 225000, saya tanya SO, pas saya ketemu pak SO kata SO dia akan menyelesaikan atau mengganti uang tersebut katanya,”ungkap ST.

Terpisah, pengawas sekolah SD Owi Madrowi menyampaikan, informasi yang ia terima dari Kepala Sekolah SDN 1 Pasirtanjung, bahwa guru yang mengelola uang PIP itu disuruh pinjam ke Koperasi untuk mengganti uang PIP tersebut.

“Informasi yang saya terima dari kepala sekolah, katanya guru yang ngelola PIP itu suruh pinjam ke Koperasi untuk mengganti uang PIP itu,”katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman mengaku sudah melakukan pemanggilan terhadap kedua guru yang bersangkutan termasuk kepala sekolah SDN 1 Pasirtanjung agar menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya panggil hari ini kedua guru yang bersangkutan dan kepala sekolahnya.
Karena uang PIP itu hak anak, tidak ada toleransi. Itu harus di selesaikan dan tidak ada alasan ini itu. Mungkin ada beberapa hal, karena dia seorang PNS saya tidak melihat sering dia melakukan hal itu, yang penting permasalahan ini harus diselesaikan dengan siswa siswi atau orang tuanya,”tegasnya.

Kata Maman, uang PIP itu adalah hak anak dan itu harus diberikan. Namun, kata ia, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menekan harus secepatnya di selesaikan atau di kembalikan. Namun kata ia kepala sekolah harus bantu karena persoalan itu satu manejemen dengan kepala sekolah.

“Kelalaian kepala sekolah kalau tidak akan saya lihat bagaimana terkait perilaku kepala sekolah sebagai kepala sekolah. Karena sudah jelas kalau guru selaku pengelola PIP sampai melakukan atau tidak bertanggung jawab disitu,”katanya.

“saya panggil segera, agar secepatnya persoalan itu diselesaikan di bereskan dengan orang tua siswa. Namun dinas tidak ada kewenangan untuk memberikan sanksi, hanya sebatas memberikan bimbingan dan sebagainya. Sanksi sebagai pegawai ada di inspektorat, ketika tidak di selesaikan mungkin saya sampaikan ke yang berwenang,”katanya.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Perkasa News Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer.