Perkasa News
NEWS TICKER

Diduga Kuat Warga Lebak Melakukan Praktik illegaloging Gas Elpiji Subsidi 3 kg.

Sunday, 18 July 2021 | 7:01 am
Reporter: Wahyu
Posted by: Perkasa News
Dibaca: 38

PERKASANEWS.ONLINE, BANTEN —Adanya dugaan praktek illegal logging tentang gas elpiji 3 kg bersubsidi terjadi di wilayah Kampung Pasir Eurih Bedeng,Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja,Kabupaten Serang.

Kejadian tersebut bermula ketika awak media menemukan tabung gas elpiji bertutup hitam di wilayah Kabupaten Serang di toko milik RN warga Kampung Pasir Eurih Bedeng pada hari Sabtu 17 Juli 2021.

RN saat dikonfirmasi menjelaskan,bahwa dirinya membeli dari H.A dengan harga pertabung Rp, 22.500,00,- dan kemudian di jual kembali dikisaran harga Rp, 24.000,00,- hingga Rp, 25.000,00.

“Saya tidak tahu pak, tahunya beli karena dia nawarin ya saya beli.Kebetulan gas lagi kosong.Saya dikirim oleh Hardi gas ,dan yang nganter kesini H.A dengan harga pertabung dua puluh dua ribu lima ratus dan kemudian saya menjual kembali dua puluh empat ribu sampai dua puluh lima ribu saja pertabung,”ungkapnya kepada awak media.

H.A pengirim gas elpiji ke toko RN yaitu warga Kampung Pasir Eurih,Desa Bojong Cae, Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.Saat dikonfirmasi H.A membenarkan bahwa dirinya pemasok gas ke warung RN.

“Iya benar saya yang memasok elpiji, karena sehubungan elpiji saya nggak laku karena ada pangkalan disini makanya saya kirim kesana,”tuturnya.

Diketahui H.A sendiri hanya sebagai pemilik toko sembako dan bukan agen juga bukan pangkalan resmi.

Secara tidak langsung H.A sudah merugikan warga setempat dan diduga melanggar undang-undang nomor 22 tahun 2001 pasal 35 hurup c.

Sesuai dengan surat edaran nomor: 500/1192-indag/2020 tentang larangan penjualan gas elpiji 3 kg kepada pengecer atau warung dari pemerintah Kabupaten Lebak dinas perindustrian dan perdagangan. H.A di anggap tidak mengindahkan dengan adanya surat edaran tersebut.

Dengan banyaknya penyalahgunaan dan penyelewengan dari mulai melibihi harga eceran tertinggi oleh oknum pangkalan dan menyalahgunakan wewenang dengan menjual kepada pengecer.Dan menjual daripada diluar zona.

“Diminta kepada APH dan pihak pemerintah kab Lebak dan kabupaten serang agar lebih ditingkatkan lagi dari segi pengawasan dan memberikan sangsi tegas kepada oknum agen dan pangkalan terlebih pada pelaku penimbunan elpiji 3 kg bersubsidi”.

Sampai berita ini dimuat tim awak media masih mencari keberadaan Herdi gas dan mencoba menghubungi akan tetapi sampai saat ini masih belum bisa di temukan keberadaannya.

Editor : Enggar.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Perkasa News Copyright 2020 ©. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer.